“LEPASKANLAH”
Itu kata mereka, hatiku tak mampu
menerimanya bahkan logika ku pun tak mampu menjelaskan mengapa. Karena untukku,
kamu begitu sempurna. Bukan soal cinta, tapi membiarkanmu pergi tak semudah
berkata. Dingin ini semakin menusuk
semenjak kau pergi. Entah bertahan atau merelakan,
bahkan aku pun tak mampu menentukan pilihan. Karena hidup itu bukan menentukan sebuah pilihan, hidup itu menentukan tujuan.
Mungkin
mereka benar, aku harus melepaskanmu. Aku membiarkanmu bahagia bersamanya bukan
karna aku tak lagi menginginkanmu, tapi karena aku percaya cinta tau kemana dia harus pulang, tanpa harus merebut kebahagiaan
seseorang. Aku akan membiarkanmu terbang sesuka hatimu kemanapun kamu mau. Seperti layaknya merpati, ia akan tau jalan
pulang sejauh apapun dia pergi. Dan aku harap kamulah merpati itu dan
pemiliknya adalah, aku.
Hanya
saja, pemilik merpati itu akan selalu merindukan merpatinya untuk kembali,
merindukan suara sang merpati. Hatinya mungkin kosong sama seperti sangkar yang
telah ditinggal merpatinya pergi. Rindu ini pun masih ada, akan selalu ada,
entah bagaimana hilangnya. Bahkan untuk menatapmu pun, aku tak bisa. Aku hanya mampu
berdoa, semoga kita sama-sama bahagia entah masing-masing atau bersama. Sulit
memang, semoga ini jalan menuju bahagia kita.
Karna Tuhan telah menggariskan,
semua umatnya berhak untuk bahagia. Dimanapun, kapanpun, dengan siapapun dan
melalui cara apapun.
Kini
merpatiku sudah terbang pergi. Aku tetap disini, menanti merpatiku kembali J
*backsound:
Someday by Nina*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar