Kamis, 29 Januari 2015

Merpatiku Pergi






            “LEPASKANLAH”
            Itu kata mereka, hatiku tak mampu menerimanya bahkan logika ku pun tak mampu menjelaskan mengapa. Karena untukku, kamu begitu sempurna. Bukan soal cinta, tapi membiarkanmu pergi tak semudah berkata. Dingin ini semakin menusuk semenjak kau pergi. Entah bertahan atau merelakan, bahkan aku pun tak mampu menentukan pilihan. Karena hidup itu bukan menentukan sebuah pilihan, hidup itu menentukan tujuan.
            Mungkin mereka benar, aku harus melepaskanmu. Aku membiarkanmu bahagia bersamanya bukan karna aku tak lagi menginginkanmu, tapi karena aku percaya cinta tau kemana dia harus pulang, tanpa harus merebut kebahagiaan seseorang. Aku akan membiarkanmu terbang sesuka hatimu kemanapun kamu mau. Seperti layaknya merpati, ia akan tau jalan pulang sejauh apapun dia pergi. Dan aku harap kamulah merpati itu dan pemiliknya adalah, aku.
            Hanya saja, pemilik merpati itu akan selalu merindukan merpatinya untuk kembali, merindukan suara sang merpati. Hatinya mungkin kosong sama seperti sangkar yang telah ditinggal merpatinya pergi. Rindu ini pun masih ada, akan selalu ada, entah bagaimana hilangnya. Bahkan untuk menatapmu pun, aku tak bisa. Aku hanya mampu berdoa, semoga kita sama-sama bahagia entah masing-masing atau bersama. Sulit memang, semoga ini jalan menuju bahagia kita.
            Karna Tuhan telah menggariskan, semua umatnya berhak untuk bahagia. Dimanapun, kapanpun, dengan siapapun dan melalui cara apapun.
Kini merpatiku sudah terbang pergi. Aku tetap disini, menanti merpatiku kembali J



*backsound: Someday by Nina*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar